Fashion, Arti dan Sejarah perkembangannya #1
Categories : fashion artikel
Fashion secara umum kita kenal sebagai bahasa Inggris, tetapi secara etimologis atau tinjauan asal usul kata, Fashion sebenarnya berasal dari bahasa Latin, yaitu Factio yang berarti ‘membuat’ atau melakukan.
Dari kata ini, public memperoleh beberapa kata turunan, seperti ‘Faksi’ yang artinya ‘kelompok’. Kata ini umumnya dipakai untuk bidang politik. Turunan lainnya adalah Facere yang artinya membuat atau melakukan.
Jadi pada dasarnya Fashion mengacu atau berkaitan dengan 'hal ihwal kegiatan seseorang'. Di sini Fashion bias diartikan sebagai ‘sesuatu yang dilakukan oleh seseorang’.Fashion sendiri menurut kamus bahasa Inggris berarti 'cara atau kebiasan', yang memiliki sinonim FORGE, MODE, MANNER, STYLE, WAY.
Fashion pada era sekarang memiliki pemaknaan yang mengemukan lebih sebagai ‘sesuatu yang dikenakan oleh seseorang’.
Fashion dimaknai sebagai sesuatu yang dikenakan di tubuh, di kaki, di tangan, di rambut, di wajah, atau dianggota tubuh lainnya.
Dengan kata lain Fashion adalah 'sesuatu yang melekat di tubuh sesorang'.
Bertitik tolak dari arti dan makna asal dan turunannya yang berkembang saat ini, menurut TaneanRato, membicarakan Fashion maka artinya sama dengan membicarakan tindakan dan apa yang dikenakan manusia awal sampai saat ini.
PRODUK FASHION
Karena Fashion adalah apa yang dikenakan, maka Fashion bisa diidentikan sebagai Busana. Produk fashion / busana pada zaman kuno dibagi menjadi 3 bagian : 1. Sarung atau Rok, Rok lipit
2. Bentuk awal/dasar kemeja
- Tunika
- Kaftan
Bangsa-bangsa di Afrika Utara dan Timur Tengah, sampai saat ini masih mengenakan Tunika dan kaftan. Deraperi adalah sepotong kain disusun di atas bahan lain, kerapkali deraperi digunakan hanya sebagai tambahan saja. Kelebihannya, Deraperi sanggup memberikan aksen lebih pada gerakan tubuh pemakainya. Deraperi dikenal sebagai busana plastis dari Dunia Kuno.
Fashion zaman/ dunia kuno hampir tidak mengenal Celana. Produk busana 'mirip celana' sesekali dijumpai/ dikenakan oleh suku bangsa penunggang kuda atau suku bangsa yang tinggal di pegunungan, namun bentuknya hampir menyerupai Sarung atau rok.